5 Hidangan Asal Timur Pusat yang Bisa Dijadikan Sasaran Penutup Saat Lebaran

TABLOIDBINTANG. COM   –  Lebaran tahun 2021 atau Idul Fitri 1 Syawal 1442 H tinggal membagi hari. Walaupun situasi pandemi,   bersilaturahmi dan berkumpul dengan keluarga besar tentunya tetap menjadi prioritas.

Jadi suguhan bersantap bersama, dengan jalan apa jika mencoba alternatif asing di luar menyantap ketupat dan teman masakannya dengan biasanya terbuat dari santan seperti rendang, sambal menyelar, atau opor ayam.

Yaitu mencoba masakan Timur Pusat, misalnya. Chef Zeki Dogan, pernah berbagi rekomendasi sasaran penutup Timur Tengah yang bisa juga dibuat sendiri dan disuguhkan sebagai pilihan makanan selama Lebaran.

Berbeda dengan kebiasaan yang menyajikan penuh makanan gurih sebagai periode perayaan lebaran, di Timur Tengah banyak menyajikan olahan atau makanan manis.

“Kurma dan makanan penutup yang manis seperti Baklava, Jalebi, Ma’amoul adalah makanan wajib saat lebaran. Saat bergabung bersama, kita makan camilan seperti tidak pernah beristirahat. Sedangkan untuk minumannya, kesayangan kebanyakan orang dan sungguh selalu ada di setiap rumah-rumah yang merayakan lebaran adalah gola (es serut dengan sirup warna-warni), ” terang chef yang sah berasal dari Syria itu.

Berikut beberapa hidangan penutup asal Timur Tengah buat dinikmati saat perayaan Lebaran:

Baklava
Makanan ini selalu ada di setiap bulan Bulan berkat dan juga pada perayaan Idul Fitri. Kue itu merupakan kue kesukaan orang Turki. Baklava adalah pastry dengan lapisan roti biasa tebal yang dibuat secara campuran madu dan sirup jagung yang banyak. Jadi isinya adalah potongan kacang-kacangan – biasanya campuran lantaran kacang tanah, pistachio, serta kenari.

Luqaimat

Selain Baklava, camilan favorit keluarga adalah Luqaimat. Wujud kue ini bundar & digoreng (seperti roti lapik mungil). Orang Timur Tengah suka sekali dengan madu dan sirup sehingga perut hal ini selalu dipergunakan hampir dalam setiap olahan sebagai pemanis. Bahan Luqaimat ini sebenarnya tidak berbeda dengan bahan roti dengan penambahan bubuk saffron yang membuat roti berwarna kuning.

Yang harus sedikit dicermati dalam pembuatan Luqaimat ini–menurut chef Zeki Dogan–adalah minyak di wajan untuk menggoreng tidak boleh terlalu panas karena itu bisa melaksanakan adonan hanya matang dalam bagian luar saja. Setelah digoreng, kue ditiriskan & dimakan dengan mencelupkan kue ke dalam sirup atau madu dingin.

Jalebi

Jalebi tidak cuma populer di negara-negara pada Timur Tengah, tetapi pula di India, Pakistan serta negara tetangga di sekitarnya. Jalebi terbuat dari adonan tepung terigu yang dibentuk serupa pretzel mungil dan digoreng dengan rendaman minyak.

Dengan unik adalah pembuatannya dimana adonan dituangkan ke patra panas dan dibentuk tepat di wajan. Hal kaya ini tentunya membutuhkan kemahiran tersendiri agar bentuk kue tidak melenceng.

Seperti halnya Baklava dan Luqaimat, setelah goreng, kue ini direndam dengan sirup yang dicampur dengan jeruk agar kue terasa lebih segar.

Ma’amoul

Jika di Indonesia ada kue nastar yang merupakan kue biasa dari adonan tepung dan mentega yang dipanggang serta didalamnya berisikan selai nanas, maka kue kering wajib yang dihadirkan saat lebaran adalah Ma’amoul.

Seperti selalu kue nastar, isi Ma’amoul bisa beragam. Mulai sejak selai kurma, selai kacang atau selai ara. Ma’amoul dengan isi selai kurma biasa dikenal dengan Menenas. Kue ini sangat tenar di Syria dan Libanon.

Jallab & Gola

Sebagai teman makanan penutup di atas, chef Zeki Dogan merekomendasikan minuman Jallab. Minuman ini berwana merah keunguan (burgundy). Jallab adalah sirup yang beken di Syria, Palestina dan Libanon dan terbuat daripada sari anggur, kurma & bunga mawar. Minuman itu selalu disajikan dengan es batu dan di arah atasnya ditaburi kacang pinus.

Selain Jallab, ada satu lagi minuman yang sering disajikan setiap kali Lebaran, yaitu Gola alias es serut pelangi. Sesuai secara namanya, Gola memang es serut yang disiram sirup warna warni dan disajikan bisa di mangkok atau cone layaknya es krim.