Berkawan Setelah Hubungan Cinta Berakhir, Akankah Berhasil?

Berkawan Setelah Hubungan Cinta Berakhir, Akankah Berhasil?

Berteman setelah hubungan berakhir, bukannya nyaman tapi malah lebih tersakiti. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  ” Kayaknya kita lebih baik putus. ”

“Yaudah, kalo itu mau awak. ”

“Tapi kita tetep temenan, kan? ”

Kira-kira begitu akhir percakapan era pasangan akhirnya putus. Dan tidak jarang setelah hubungan cinta sudah, ‘persahabatan’ dimulai kembali. Alasannya bisa jadi karena masih peduli satu serupa lain tapi tidak mau tersekat komitmen hubungan cinta.

Dalam ‘persahabatan’ itu keduanya masih bisa jalan bareng, nonton di bioskop bersama, atau kegiatan bersama lainnya. Jika butuh teman mengobrol, tinggal telpon. Ikatan ini cenderung jadi hubungan dengan ‘datang saat butuh saja’. Tidak boleh cemburu saat salah satunya dekat dengan orang lain. Intinya, hubungan ini jadi hubungan dengan ‘nanggung’.

Filsuf asal Inggris, Alain de Botton mengatakan hubungan ‘persahabatan’ sesudah putus jarang sekali berhasil.

“Kita mau menjadi orang yang dianggap elok termasuk selalu berusaha menjadi teman untuk setiap mantan, ” sahih Alain.

Tapi sebenarnya ‘persahabatan’ ini justru akan bikin makin sakit keadaan terutama buat yang ‘diputusin’. Siap teman mantan itu justru sama dengan penghinaan sebenarnya. Bahkan mungkin bukannya nyaman tapi malah lebih tersakiti. Karena kadang kondisinya jelas, yang satu ingin ‘balikan’ sedangkan yang satu lagi ‘tidak ingin balikan’.

Alain de Botton mengatakan ‘persahabatan’ tidak bisa menggantikan cinta. Yang memutar tepat dilakukan setelah putus adalah menjaga jarak. Dengan begitu, akan ada ruang untuk menenangkan diri dan beristirahat dari memori-memori cakap hubungan yang ‘menyiksa’.

Rekomendasi