Indro Warkop Sebut Warkopi Bisa Kena Pidana, Ancaman 4 Tahun Penjara

TABLOIDBINTANG. COM   –  Indro Warkop membeberkan bukti lain terkait munculnya perkumpulan Warkopi yang tanpa persetujuan menduplikasi Warkop DKI.   Menurutnya, tiga personel Warkopi dan manajemennya bisa tersentuh hukuman pidana atas perbuatannya tersebut.

Peristiwa itu diungkap Indro zaman berbincang dalam podcast secara Deddy Corbuzier. Indro kendati mengaku tak menyangka jika ada pula efek kejahatan yang bisa saja didapatkan Warkopi di waktu yang akan datang.

“Yang gue kaget nih Ded, makanya sekarang gue milih diam, ternyata tersedia efek pidana, tadinya gue pikir perdata doang. 4 tahun penjara buat tiga orang itu (anggota Warkopi) dan manajemennya, menurut Dirjen HAKI yang gue menyuarakan, ” ucap Indro Warkop.

“Sedih gue, gue bapak Ded, itu anak-anak. Makanya gue lebih diem sekarang, toh hadapannya sama anak-anak gue pula, gue udah lepasin merek, gue juga harus masuk akal dong, mereka yang berhadapan, ” lanjutnya kemudian.

Indro lantas menjelaskan kalau Warkop DKI sudah menjadi brand yang dimiliki Lembaga Warkop yang dikelola anak-anak dari Dono, Kasino, dan Indro. Kemunculan Warkopi ke muka publik pun tidak lebih dulu melalui metode permintaan izin pada bagian pemilik brand Warkop DKI.

Yang lalu membuat Lembaga Warkop DKI lantang menolak kehadiran Warkopi sebagai ‘Warkop KW’ ialah keterlibatan pihak lain, di hal ini Falcon Pictures yang sudah lebih dulu memiliki kontrak eksklusif secara Lembaga Warkop DKI terpaut brand Warkop DKI di kurun waktu tertentu. Menurutnya, kehadiran Warkopi bisa mengusik kerja sama yang terikat antara Lembaga Warkop DKI dengan rumah produksi Falcon Pictures.

“Nah ada konsekuensi lain disini, Lembaga Warkop DKI medium menjual, memberikan hak eksklusifnya untuk sebuah PH, di dalam hal ini Falcon Pictures. Falconnya menjadi terusik. Mereka sih enggak sampe negur , tapi kan secara hukum mereka berhak negur gue , ” kata Indro.

“Secara dasar Lembaga Warkop harus bersuara, bahwa kami tidak ada hubungannya dengan mereka (Warkopi) dan mereka tidak pernah minta izin, ” pungkasnya kemudian