Perselingkuhan dalam Sudut Pandang Pria

Perselingkuhan dalam Sudut Pandang Pria

Dalam dekat setiap kasus, perselingkuhan yang dikerjakan pria tak ada yang terjadi secara spontan. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  RASANYA tidak ajaib jika Anda mendengar pria berselingkuh. Bahkan, konon bisa dimaklumi. Padahal masalah ini terjadi pula di diri wanita. Dengan berbagai tingkat tentunya. Sayang tak pernah tersedia catatan statistik yang bisa membuktikannya. Maklum masalah ini sangat sensitif, terutama pada pasangan yang telah menikah.

Dari dulu sampai sekarang, ada-ada aja yang dijadikan alasan bagi seseorang untuk berselingkuh. Meski pria dianggap “lazim” melakukan perselingkuhan, sebagian mulia menganggap ini sebagai pengkhianatan yang tak pantas diberi maaf. Real masih ada yang melakukannya dengan kompulsif alias terus menerus serupa mencoba menghindar dari berbagai tuduhan negatif.

Pasangan yang masih pacaran atau sudah menikah, menganggap perselingkuhan sebagai sesuatu yang tak layak dimaafkan. Jika salah satu   melangsungkan, sering kali hubungan ini gagal. Namun demikian masih ada sebagian pasangan yang mau memberikan jalan kedua dan tetap bersama. Letak bagaimana ia menata perasaannya,   menerima pasangan yang telah memanipulasi kepercayaan yang diberikan. Bukan hal mudah, tapi tetap mungkin dikerjakan.

Selama ini jika pria melayani pengkhianatan, biasanya ia dituduh bertindak semena-mena. Seenaknya melakukan sesuatu kepada kaum perempuan, bahkan dianggap hiperseks. Benarkah demikian? Salah satu majalah wanita pernah menerbitkan artikel menarik mengenai perselingkuhan. Menariknya, justru pokok   seorang pria yang menulisnya. Si penulis tentu saja disamarkan namanya, diberi sebutan Jack. Adam yang mengaku pernah berselingkuh saat berpacaran dengan seseorang ini, mencoba mengungkapkan apa yang ada di dalam benak hampir semua pria. Bagaimana terjadinya, mengapa bisa terjadi serta apa artinya. Anda tertarik mengetahuinya dari sudut pandang pria? Sapa tahu bisa jadi bekal buat menghindari perselingkuhan yang dilakukan bagian.

Perselingkuhan tidak terjadi secara langsung
Dalam hampir di setiap kasus, perselingkuhan yang dilakukan adam tak ada yang terjadi secara spontan. Umumnya, ini hasil rangkaian kejadian yang sudah berjalan sekian bulan. Kita semua mengalami urusan dalam setiap hubungan. Bahkan bagian menikah pun pasti mengalami pasang surut. Itu yang kemudian diistilahkan sebagai bumbu dari kehidupan pernikahan. Kalau tidak, kehidupan yang kita jalani akan terasa hambar.
Masalah yang timbul dalam ikatan asmara banyak macamnya. Dari merasakan terasing sampai kehilangan gairah secara orang yang dicintai. Nah, dengan jalan apa cara kita menghadapinya, itu dengan akan membedakan perjalanan berikutnya. Jika ada masalah, sebaiknya bicarakan secara pasangan. Itu saran yang kala kita dengar. Padahal tidak semudah itu kan? Membicarakan dengan pasangan atau menemui terapis atau berbulan madu kesekian kali atau malah putus sama sekali, bisa siap pilihan. Tapi pria malah lebih banyak yang melakukan pengkhianatan di tahap ini. Memang kabar membatalkan, namun sangat mudah dilakukan jadi “jalan keluar” dari suntuknya picik saat itu.  
Jadi bagi sebagian pria, itu mampu jadi solusi sesaat. Masalahnya kalau sampai berlanjut dan perselingkuhan mencapai tahap intim, bisa gawat. Tidak perlu contoh nyata, cukup Kamu lihat dari beberapa film yang belakangan ini beredar. Masih hirau apa yang terjadi pada pria Perancis tampan yang tampil di dalam Unfaithful? Wah, jangan sampai itu terjadi.

Beberapa pertanda yang menetapkan diwaspadai
Ada kelakuan yang dimiliki sebagian besar adam yang berselingkuh. Mereka semua tidak bisa dipercaya jauh sebelum mereka melakukan perselingkuhan. “Mungkin sebagai cara untuk sekedar punya waktu buat diri sendiri, aku mulai membual pada Rachel, berbulan-bulan sebelum beta mengkhianatinya, ” aku Teddy. Kepura-puraan yang meski “sedikit” tapi jika sudah jadi kebiasaan menahun, kacau akhirnya. “Masalah sepele. Kubilang padanya berhenti merokok, padahal tetap saja merokok kala Rachel tak ada. Nah, kemudian aku bertemu bekas pacar yang mengajak minum. Kubilang pada Rachel, aku lembur dalam kantor. Tadinya sekedar menghindari ketidakenakan. Rachel pencemburu.   Belakangan, bohong-bohong kecil seperti ini rasanya lazim saja, tanpa merasa bersalah, ” lanjut Teddy.  
Pelajaran yang bisa diambil, jangan sepelekan kebohongan-kebohongan yang diatasnamakan demi kebaikan bersama. Sekali Anda memergoki kebohongannya, tanyakan permasalahan apa yang terjadi sebenarnya. Bisa jadi, masalah yang ada justru lebih besar ketimbang yang Anda pikirkan. Daripada terlambat beraksi, lebih baik selamatkan ikatan Anda sesegera mungkin, di setiap kesempatan yang muncul.

Belum tetap “dia” lebih seksi ketimbang Kamu
Kendati pria dikatakan sebagai makhluk yang sangat terpengaruh secara visual, jangan menyimpulkan sesuatu secara terburu-buru. Umpama pasangan Anda berselingkuh, belum tentu ia kepincut wanita lain yang lebih bagian dari Anda. Begitu ada barang baru dan lebih cantik, dia membuang yang lama. Tidak sesederhana itu. Karl mengaku wanita dengan ditemuinya memang menarik. “Tapi bagian appeal-nya justru karena dia tidak tahu kekuranganku. Dia tak cakap kalau aku tak mampu memperbaiki pipa yang bocor, atau sungguh seringnya aku menunda pekerjaan. Dengan pacar sekarang, Janet, aku ngerasa selalu mengecewakan dia. Tapi dengannya berbeda, ” ungkap Karl.

Benar, untuk pria bukan semata masalah WIL. Karl mungkin mencintai Janet, walaupun kemudian mengaku berselingkuh. Dengan pasangan, ada saat-saat naik turun. Kala romantisme menanjak, rasanya sangat elok. Ketika sibuk mengetik di kawasan kerja, si dia akan datang membawakan minuman hangat sembari mengelus-elus punggung. Tapi ada juga saat-saat mengesalkan. Tatkala ia berkomentar sengit soal pekerjaan atau teman yang dianggapnya memberikan pengaruh tidak indah. Kalau sudah begini, komentar minus sedikit saja bisa menyinggung perasaan. Bahkan, dianggap tidak menghargai pasangan.

Secara kata lain, jika ego pria sudah diperlakukan tak semestinya, oleh sebab itu selebihnya mudah ditebak. Wanita asing yang meskipun tidak cantik, akan tetapi menganggap pria ini lucu dan pintar bisa jadi malah dianggap menarik. Mulailah dicari-cari alasan dengan jalan apa bisa bertemu si wanita tadi setiap hari. “Dia membuatku merasakan nyaman, ” aku Karl. Kemudian bisa Anda tebak, kan?

Seks dengan WIL belum tentu lebih menyenangkan
Perselingkuhan dengan dilakukan sampai terjadi aktivitas seksual, bukan berarti membuat pria merasa lebih puas. Mereka terkadang ngerasa bersalah dan tak bisa sedang menikmati. Kendati ada juga yang sebaliknya. Namun, pada sebagian orang, bukan aktivitas seksnya itu dengan dicari, tapi apa yang dikerjakan saat mengarah ke sana. Dengan jalan apa pria merasa nyaman dan egonya tak diusik.

Tak semua orang putus dengan apa yang dituliskan di sini. Tapi, setidaknya bisa mengambil mata dan memahami pandangan melayani jenis mengenai perselingkuhan. Pendeknya, bagi pria, perselingkuhan tidak begitu sekadar terjadi. Diawali dengan perasaan tak nyaman yang pada akhirnya hanya ingin merasakan kenyamanan yang sudah dirasakan sebelumnya. Apa ini cuma alasan? Mungkin bagi sebagian karakter, tapi mungkin juga tidak untuk orang lain. Jika mengamati petitih si Jake, maka bisa diperkirakan perselingkuhan sebagai salah satu jalan bagi pria untuk menyembuhkan diri. Sebagai satu solusi dari urusan yang dialami. Yang jelas, cara ini justru lebih buruk. Ancangan yang keliru dalam usaha mencari solusi. Anda setuju kan?  

Rekomendasi