Sedu Tak Bisa Puasa, Itu yang Dilakukan Anisa Rahma dan Anindito Dwis untuk Menaikkan Imun Selama Isoman di Rumah

TABLOIDBINTANG. COM   –  Anisa Rahma dan suami, Anindito Dwis, terinfeksi Covid-19. Keduanya menjalani isolasi mandiri di rumah mereka di Bandung, Jawa Barat.

Seminggu lebih isolasi, mereka pasti berkegiatan seperti biasa. Seperti olahraga, nonton, main gim, dan tidak ketinggalan ibadah.

“Nonton (buat) hiburan, karena, kan naikin imunnya biar tetap bagus, ” cakap Anindito kepada tabloidbintang. com lewat pesan suara WhatsApp.

“Sama banyakin istirahat juga.   Enjoy aja , sih. Dibawa happy , ” timpal Anisa.

Kebutuhan makan sehari-hari tak ada masalah. Itu terkadang masak sendiri. Kalaupun malas, tinggal pesan makanan yang ingin mereka prasmanan lewat ojek daring.

“Tapi digantung di pagar aja. Menghindari penularanlah. Kadang ada saudara atau teman-teman dengan suka ngirimin juga makanan, kue-kue, buah-buahan sampai obat-obatan. Wah makanan di vila jadi tambah banyak, ” beri tahu Anisa Rahma yang dulu dikenal sebagai personel Cherrybelle dengan pengikut Twitter dan Instagram terbanyak.

“Emang harus banyak santap katanya kalau kena covid. Sedihnya enggak bisa puasa juga. Karena, kan kudu jaga imun dan konsumsi obat, ” tambah Dito.

Anisa Rahma dan suami. (Seno/tabloidbintang.com)
Anisa Rahma dan suami. (Seno/tabloidbintang. com)

Positif Covid-19 membawa hikmah untuk Anindito Dwis. Sebab, saat Anisa Rahma dinyatakan pasti lebih dulu dari dirinya, Anindito tak menemaninya isolasi mandiri di kamar.

“Sempat khawatir juga karena enggak bisa lihat kondisinya secara langsung. Ternyata benar 2 hari itu, ketika rebah dia selalu ngerasa sesak, ” tutur pria yang akrab disapa Dito.

“Kayak napas tuh berat, enggak selega biasanya. Karena pas sendirian itu, jadi lebih cemas, mudah berpikir beberapa macam, ” sergah Anisa.

“Jadi aku lebih siaga aja. Beli oksigen, beli termometer, beli oxymeter buat mantau. Kakak Anisa kan dokter juga, jadi bisa pengaruh secara online , ” timpal Dito.

Anindito tidak lepas lengah. Ia tetap menjaga Anisa agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Sampai piring makan di- pisahin . Aku ngasihin makanan sehari-hari tuh diletakkan di depan pintu (kamar) aja dan piring kotornya disimpan di baskom. Karena kan biar disiram cairan sabun atau disinfektan, ” jelas Dito.

Begitu Anindito Dwis juga dinyatakan positif, ia bersyukur bisa rangkai bersama Anisa lagi, tak lagi terpisah.

“Makanya jadinya kami tetap sekamar, sungguh, enggak terpisah lagi, ” tukas Anisa.

(ind)